Kesaksian

Hanya 2 Bulan,   Asma Putriku Sembuh

 

“Senang rasanya keluhan asma dan alergi  anakku  telah sembuh berkat obat herbal”   Dulu saat dokter mendiagnosanya, ternyata anaku divonis terkena asma bronchiale.  Menurut dokter penyakit tersebut juga disebabkan karena adanya  alergi.   Ketika kambuh,  dada anakku terasa sakit dan sulit bernafas, dan kalau tidur nafasnya berbunyi seperti peluit.   Tapi kini semua itu hanya cerita lalu, sebab 2 bulan setelah konsumsi obat herbal asma putriku hilang dan  kami sekeluarga sangat bersyukur.  

 

Berawal dari Alergi

Begitulah gambaran kebahagian ibu Ika yang telah mendapatkan kesembuhan putri bungsunya Samantha yang terkena Atshma Bronchiale. Kini Samantha yang telah duduk di kelas 1 SMP Tirta Martha Pondok Indah, lebih banyak dan leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari.  Menurut Ibu Ika, anaknya memang  semenjak kecil mengalami gangguan kulit sensitif, sehingga tidak boleh  minum susu dari hewan, setiap hari hanya  konsumsi susu kedelai.  Sedangkan gangguan asmanya mulai dirasakan ketika dia berusia 9,5 tahun, saat itu kelas 4 SD.  Gejala asthma yang dirasakan biasanya diawali dengan badan terasa gatal, beberapa lama kemudian batuk dan berakhir dengan sesak nafas.   Kondisi tersebut akan semakin cepat terjadi bila ada perubahan cuaca yang cukup tajam, misalnya dari panas ke dingin secara tiba-tiba.   Kalau sudah demikian maka, Samantha merasa tersiksa, hingga ia memukul-mukul dadanya yang sakit itu.

 

Berulang pergi ke dokter

            Melihat kondisi kesehatan putrinya tersebut, Ibu Ika pun segera membawanya berobat ke dokter.   Oleh dokter yang menanganinya, ia diberikan obat yang berbentuk sirup untuk mengobati penyakitnya tersebut.   “Obat yang diberikan dokter cukup ampuh, sebab tak berapa lama keluhan anakku sembuh”, tutur Ibu Ika.   Namun 3-4 bulan kemudian, keluhan  Samantha kambuh lagi, meski tidak separah dulu.   Hal itu ternyata  cukup mengganggu kesehatan putri kesayangannya itu, hingga keluarga memutuskan untuk sering pergi ke dokter jika penyakitya kambuh.   Selain sesak nafas yang cukup berat, putrinya itu juga mengalami peradangan kulit yang cukup serius karena alergi.   “Kulit di bawah pergelangan tangan dan kaki berwarna merah dan seperti melepuh” tegasnya.  Kami sekeluarga cukup khawatir sebab penyakitnya tidak sembuh-sembuh meski telah berulang  kali berobat ke dokter.

 

Kabar dari Seorang Teman

            Pada suatu saat Ibu Ika bertemu dengan seorang teman yang anaknya  sembuh dari jerawat dengan menggunakan obat herbal sambiloto (Andrographis paniculata). Obat tersebut diperoleh dari sebuah tempat yang disebut Klini Herbal Karyasari yang ada di Pondok Cabe.  Tertarik dengan cerita tersebut maka ia pun segera minta alamat dan mengkontak tempat dimaksud.  Ia menanyakan apakah ada yang obat herbal lain yang dapat mengobati keluhan anaknya yang terkena alergi dan asthma.  Oleh dokter Prapti yang praktek di klinik tersebut, ia disarankan untuk bertemu langsung agar konsultasi lebih intensif.   Benar,  beberapa hari stelah itu, Ibu Ika datang bersama Samantha putri bungsunya dan bertemu dokter herbal klinik Karyasari, dr Prapti.   

            Setelah mendengarkan dan menjalani pemerikasan, akhirnya kami diberikan obat herbal berbentuk kapsul.   Ada 3 macam, yaitu  Mimba (Azadirachta indica), Pegagan (Centella asiatica)   dan daun sendok (Plantago mayor).   Dokter mengatakan bahwa reaksi obat herbal relatif tidak secepat obat kimia, namun sifatnya sangat rekonstruktif dan minim akan efek samping.    

 

Dalam 2 Bulan Asma Anaku sembuh

            Dengan petunjuk dan keterangan yang diberikan dr herbal,  Ibu Ika bersama Samantha putrinya,  pulang dengan penuh harapan akan kesembuhan.   Setiap hari dengan dosis 3 x 1 kapsul serbuk 3 jenis obat herbal (mimba, pegagan dan daun sendok) diberika pada si bungsu satu jam sebelum makan.   Usaha yang diiringi dengan doa keluarga akhirnya mendapatkan hasil.   Sebulan setelah pemakaian obat herbal tersebut gejala kulit yang melepuh, kering dan sembuh.   Sedangkan sesak nafas yang sering kambuh mulai berkurang.   Melihat perkembangan tersebut sang ibu segera melakukan konsultasi lagi ke dokter herbal (dr Prapti Utami).  Kali ini Ibu Ika datang tidak bersama dengan putrinya.  Setelah mengetahui hal tersebut dokter menyarankan agar pemakaian / dosis obat herbal dikurangi.  Terutama untuk mimba.  Dari 3 x 1 kapsul serbuk per hari  menjadi 1 x 1 kapsul, sedangkan yang lain masih tetap.    Setelah melanjutkan konsumsi ketiga herbal tersebut, kurang lebih 1 bulan kemudian (2 bulan dari waktu pertama konsumsi obat herbal) keluhan sesak nafas/asma putrinya hilang.  “Kami sekeluarga sangat bersyukur atas kesembuhan Samantha” tutur Ibu yang gemar juga mengkoleksi tanaman ini.    Kini sudah satu tahun lebih keluhan itu tidak pernah terjadi lagi, dan semoga Samantha sembuh total,  ujarnya berharap.

 

Aktivitas Lancar

            Dulu ketika asma dan alergi  kulitnya sering kambuh, kegiatan belajar mengajar di sekolah cukup terganggu.   Hal itu dicontohkan ketika anaknya harus mengikuti pelajaran olah raga, mesti mendapat perhatian khusus dari sang guru.  Demikian juga bila ada kegiatan lain yang menyediakan makanan, ia akan mendapatkan menu yang lain dari temannya, karena ada beberapa macam makanan yang harus dipantang.   Sea food dan telur adalah beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi Samantha.  Meski mengalami gejala asma, Samantha tetap masih berprestasi di kelasnya.  

Sekarang setelah sembuh, ia lebih banyak beraktivitas dan makanan yang dulu merupakan pantangan, kini boleh dinikmatinya meski dalam jumlah tertentu (sedikit).   Kegiatan ekstra kurikuler juga banyak diikutinya, seperti melukis, olah vokal dan juga main piano.   Semuanya itu,  ia lakukan dengan leluasa, tanpa sesak nafas dan kulit gatal yang sangat menganggu.  Sering kali jika hari libur Samantha, kakak, ibu dan ayahnya yang juga  seorang pilot pergi “mendarat” ke tempat yang sejuk untuk menghirup udara segar dengan leluasa.  (heri)

 

 

Sembuhkan Asma

dengan Pegagan dan Patikan Kebo

 

Bekerja keras memang suatu hal yang sudah semestinya dilakukan.   Ibarat sebuah pepatah  “Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.  Kebahagian dan kesejahteraan memang harus di raih dengan kerja keras dan ketekunan.  

Semangat dan sikap tersebut ternyata merupakan sebuah motivasi yang harus dilakukan oleh Nunung (36 tahun), yang saat itu masih duduk di bangku sebuah Sekolah Menengah Kejuruan di kota Tegal.  Keinginan untuk mencapai kebahagian ia lakukan dengan cara membantu orang tua merawat dan mengelola kolam ikannya.   Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, ia pergi ke pasar untuk membeli bahan pakan dan juga bila sudah panen menjual ikan. 

 Jalan menuju ke pasar cukup jauh, dan udara begitu dingin serta berkabut.  Rutinitasnya itu ia lakukan dengan mengendarai sepeda motor.   Namun siapa sangka, hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatannya.  Setelah beberapa lama bergelut dengan dinginnya udara pagi yang  berkabut, akhirnya ia mengeluh sering bersin dan nafas sesak.  

 

Nafas sesak dan bersuara

Meski mulai merasakan “ada” sesuatu yang mulai aneh di tubuhnya, wanita yang sekarang sudah berputra dua ini, tetap bekerja seperti biasa.   Hingga pada suatu hari,  keluhan itu terasa semakin sering terjadi dan bila bernafas sering mengeluarkan bunyi “ngiikkkk”.   Ketika memeriksakan diri ke seorang dokter ternyata ia didiagnosa menderita asma dan polip.

 Dokter memberikan resep beberapa obat dan dianjurkan untuk mengurangi aktivitasnya di pagi hari. Sadar akan hal tersebut ia mengurangi intensitas kegiatan sehari-harinya, karena pada saai itu ia akan segera melangsungkan pernikahan dengan seorang pemuda dambaan hatinya yang berasal dari Magelang.   Alhasil, keluhan sesak nafasnya berkurang meski masih terkadang kambuh.  

 

Pindah ke Bogor

Pada awal tahun 2000 lalu,  Nunung pindah mengikuti suaminya ke Bogor yang bekerja di Kebun Tanaman Obat, dan saat itu ia tengah mengandung buah hati pertamanya.  Di tempat barunya ia harus mulai beradaptasi.   Meski udara tidak terlalu  dingin, namun pada pagi hari suasana itu sangat terasa ditambah udara yang   berkabut.   Kondisi tersebut ternyata mulai mengganggu kesehatannya.   Keluhan sesak nafas, dan sering bersin mulai kambuh lagi.  Sofyan sang suami sempat khawatir juga atas keadaan isterinya itu, hingga ia harus kesana-kemari mencari pengobatannya.  

Konsultasi ke Pak Win

Semasa hamil Nunung sering memeriksakan kehamilannya pada seorang bidan desa yang buka praktek disekitar tempat suaminya bekerja. Bayi yang dikandungnya sehat, namun penyakit asmanya yang jadi masalah.  Beberapa kali ia mengunakan obat kimia dari medis namun belum sembuh juga.  Akhirnya ia mencoba mencari jalan lain.

Meski bekerja di kebun tanaman obat, namun Sofyan sang suami,  masih belum banyak tahu tentang khasiat dan manfaat suatu  tanaman secara detail, apalagi yang berkhasiat mengobati asma.    Ditengah  kegusaranya itu maka ia mencoba bertanya dan konsultasi kepada Pak Winarto, yang  juga merupakan pimpinan tempatnya bekerja.   “Pak Win kemudian memberikan resep sambiloto dan patikan kebo dalam bentuk rebusan” kata sofyan.  Ramuan itu harus diminum satu jam sebelum makan atau pada saat perut kosong, agar penyerapannya efektif.  

 Beberapa hari minum rebusan tersebut, keluhan sesak nafas dan bersin isterinya mulai berkurang berkurang, dan itu merupakan kemajuan yang sangat bagus.  Namun beberapa hari setelah itu Nunung sempat hampir pingsan.  Setelah diperiksa ke bidan desa tenyata, tekanan darahnya drop (turun).  Usut punya usut, ternyata sambiloto sangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darahnya itu.   Hingga akhirnya setelah konsultasi kedua dengan Pak Win, ia diminta mengganti sambiloto dengan pegagan.

 

Tekanan darah kembali normal

            Setelah konsumsi sambiloto dihentikan dan diganti dengan pegagan, maka tensi Nunung mulai kembali normal.   Selain itu keluhan sesak nafas dan bersin yang dialami juga berangsur hilang dan sembuh.   Kini di tengah kesibukkannya merawat  ke dua buah hatinya, ia tetap sesekali mengkonsumsi herba pegagan dan patikan kebo untuk menjaga kesehatannya.   Menurutnya kedua tanaman obat tersebut sangat bermanfaat untuk penyakit asma.   “Selain manjur pegagan dan patikan kebo juga mudah didapatkan.  Tanaman tersebut  suka tumbuh secara liar, terutama tempat yang cukup lembab tapi tidak tergenang,  ujarnya meyakinkan (heri)

 

 


Belasan Tahun Menderita Asma

Sembuh dengan Propolis

 

Adam Anwari (23 th), semenjak umur 2 tahun putra Ibu Farida ini menderita peyakit asma.   Penyakitnya itu sering kali kambuh bila terjadi perubahan cuaca yang cukup drastis, dan tubuh yang terlalu capek.  Bila bernafas sering mengeluarkan suara (nafas bunyi), bahkan pernah juga ia anfal dan harus masuk ke rumah sakit.   Sudah berulang kali sang ibu membawa anaknya itu untuk berobat ke dokter namun setelah sembuh beberapa saat, akhirnya kambuh lagi dan begitu seterusnya.  Pergi ke pengobatan alternatif juga sudah dilakukan, namun hasilnya tetep sama.   Dengan rasa berat hati dan tabah, akhirnya Ibu Farida dan keluarga sempat menganggap kondisi anaknya itu sebagai suatu hal yang biasa karena seringnya kambuh dan sembuh lagi.   Sehingga keluarga menyediakan obat “semprot” pelega asma  setiap saat seperti layaknya kebutuhan sehari-hari, bahkan sang ibu juga sempat memberikan tabung oksigen.  Sambil tetap mencari jalan untuk kesembuhan anaknya itu Ibu Farida, tetap merawat kondisi Adam.

Hingga pertengahan tahun 2003, sang ibu mendapat informasi dari seorang teman yang menyarankan agar mencoba  PROPOLIS untuk menyembuhkan penyakit anaknya itu. Menurut penjelasan yang diberikan  kawannya itu Ibu Farida segera mencari dan mendapatkan obat tersebut.   Ketika diberikan, karena saking seringnya  Adam minum obat, hingga ia merasa cuek namun tetap mengkonsumsi sesuai anjuran ibunya.  Ia konsumsi 10 tetes setiap kali minum, pagi, siang dan malam.  Begitu minum PROPOLIS mata terasa ngantuk terus dan badan juga seperti gampang capek  Namun hal itu hanya berlangsung 2 minggu. Setelah itu kondisi dan gejala asmanya semakin baik.   Adam kadang merasa heran sebab setelah beberapa minggu ini setelah minum PROPOLIS ia tidak lagi menggunakan obat “semprot” untuk melegakan jalan napasnya.  Sekarang keluhan asma sudah sembuh dan bahkan kini kondisi tubuhnya lebih baik dan lebih gemuk.   Untuk pencegahan, Adam masih mengkonsumsi PROPOLIS dengan dosis 2 tetes setiap kali minum.   Selamat tinggal asma, terima kasih PROPOLIS. (heri)

 

 

 

 

 

 

 

LAYANAN KAMI


  1. Klinik Herbal
  2. Balai pengobatan Herbal
  3. Konsultasi Pengobatan
  4. Obat-obat Herbal
  5. Kebun Tanaman Obat
  6. Pelatihan Tanaman Obat
  7. Agrowisata Tanaman Obat
  8. ...
Layanan Lain

AGENDA

November 2017
MSSRKJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930