Pengobatan


KI TOLOT

Mahkota Bintang Kejora dari India

 

Ki tolot merupakan tumbuhan semak yang dapat hidup dengan baik di ketinggian 1-1.100 m dpl. Tanaman bernama Botani Isotoma longiflora (Presl.) tersebar di Jawa dan Madura, sehingga nama daerah tanaman ini bervariasi. Ada yang menyebutnya kendali, sangkobak, aantingan, kitombe, kuweung, ramo keuyeup, manikan dan polo. Ada pula yang menjulukinya bunga bintang.

 

Ciri Tanaman

Tinggi tanaman ini hanya berkisar antara 20-60 cm. Jika kita petik daun atau buahnya, maka akan keluar getah berwarna putih. Getah ki tolot beracun, sehingga dalam pemakaiannya harus berhati-hati. Untuk pengobatan dalam bentuk minuman, tidak dibenarkan menggunakan lebih dari 3 lembar daun. 

Bunga ki tolot berwarna putih bersih, membentuk sudut lima. Jika diamati, bunga tanaman ini persis seperti bintang. Sehingga wajar jika sebagian orang menyebutnya bunga bintang. Bunga tanaman ini muncul dari ketiak daun. Tumbuh tegak ke atas dari sela-sela daun. Dari bagian pangkal bunga hingga ke ujung dekat mahkota, berbentuk tabung atau buluh memanjang. Panjang buluh mencapai 8-11 cm.

Setiap bunga yang muncul, hampir selalu dapat berkembang menjadi buah. Di dalam buah ini terdapat banyak sekali biji yang sewaktu-waktu dapat tumbuh jika buah sudah matang. Buah matang ditandai dengan warna kulit buah  kecoklatan. Serta di dalamnya terdapat biji-biji berwarna hitam.

Daun ki tolot berwarna hijau tua. Bentuknya memanjang, tepi bergerigi. Tanaman semak ini berdaun tunggal menempel pada batang atau cabang. Batang tanaman ini banyak mengandung air. Cabang-cabangnya muncul dari ketiak daun yang sudah tua.

Ki tolot masih sering kita jumpai di pinggir saluran air atau sungai. Juga kerap kita temukan di pematang-pematang sawah.

 

Efek Farmakologi   

Efek farmakologi ki tolot dapat diperoleh dari penggunaan daun, bunga, atau seluruh bagian tanaman. Senyawa-senyawa dari kelompok lobelin, lobelamin, dan isotomin terdapat banyak pada daun.

Herbal ini dapat memberikan efek farmakologi yang bersifat anti-inflamasi, anti-neoplastik. Kedua efek farmakologi ini yang menguatkan keyakinan bahwa ki tolot dapat digunakan dalam pengobatan asma, radang tenggorokan, dan kanker. Ki tolot juga memberikan efek penghilang rasa sakit (analgesik) dan menghentikan pendarahan (hemostatik).

 

Beberapa Khasiat Ki Tolot

Ki tolot kerap digunakan dalam pengobatan di berbagai negara. Demikian pula  di Indonesia, pengobat tradisional di beberapa daerah menggunakan ki tolot dalam menangani pasiennya. Berikut beberapa penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan ki tolot, berdasarkan pengalaman dan literatur :

1.      Asma, bronchitis, radang tenggorokan :

Ambil 3 lembar daun segar, cuci bersih hingga getahnya hilang. Bahan direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore.

2.      Sakit gigi :

Sediakan 2 lembar daun segar, lalu dicuci bersih. Daun kemudian ditumbuk sampai halus dan masukkan pada lubang gigi yang sakit.

3.      Obat kanker :

Siapkan 3 lembar daun segar berikut batangnya, lalu dicuci bersih. Rebus bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa menjadi 1-2 gelas. Rebus dengan api kecil. Air rebusan diminum beberapa kali sampai habis sehari.

4.      Luka :

Ambil daun ki tolot secukupnya, lalu ditumbuk sampai halus. Kemudian tempelkan pada bagian yang luka dan dibalut dengan kain bersih. Ganti 2-3 kali sehari.

Demikianlah kahsiat yang terkandung pada ki tolot. Berbunga cantik, secantik bintang kejora mahkota indah dari India. (rubi)



PENATALAKSANAAN ASMA

Antibiotik, anti inflamasi, ekspektoran, dan dukungan moril akan berperan dalam penangan asma. Beberapa tanaman obat memiliki efek farmakologi yang demikian, sehingga asma sebetulnya dapat disembuhkan, walau membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sehingga dituntut kemandirian penderita untuk dapat menangani penyakit sendiri dengan bantuan seorang pengobat atau dokter.

 

Asma dapat menyerang siapa saja, laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak. Prevalensi penderita penyakit ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Satu dari 20 orang di muka bumi ini kemungkinannya menderita asma. Australia dan Selandia Baru merupakan negara yang tertinggi prevalensinya yaitu masing-masing antara 11 persen dan  30 persen, sedangkan penderita anak dua kali dewasa.

Umumnya diagnosa dan pengobatan asma mudah dilakukan, namun kerap hasil pengobatannya selama ini tidak memuaskan. Bahkan pada banyak kasus serangan asma sulit dikendalikan.

 

Sasaran pengobatan  

Penanganan asma oleh dunia kedokteran selama ini diarahkan untuk mengendalikan gejala asma, mencegah serangan berulang, meyempurnakan dan mempertahankan fungsi paru senormal mungkin, menghindari efek samping obat-obat asma, serta mencegah obstruksi jalan napas irreversibel.

Berdasarkan berbagai kendala yang dihadapi selama ini, maka arah penanganan asma sekarang tidak hanya berorientasi pada intervensi serangan dan simptomatis saja. Melainkan sudah mengarah pada pengobatan simptomatis dan profilaksis terutama pada asma kronis. Pengobatan asma kronis tidak hanya bergantung pada obat bronkodilator saja, tetapi sudah digunakan obat anti inflamasi dan menurunkan hiperreaktivitas bronkus.

Selama obat anti inflamasi dan anti hiperreaktivitas masih berbahan baku kimia, selama itu pula penanganan asma tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Walau bagaimanapun residu obat kimia tetap akan mengendap dalam organ-organ tubuh penderita. Jika ini berlangsung lama bukan tidak mungkin residu tersebut akan merusak organ-organ tubuh yang ditempatinya. Apalagi kita tahu bahwa penangan asma membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan kesembuhan. 

Tanaman obat dengan kelebihan yang dimilikinya diharapkan akan memberikan hasil yang memuaskan. Sifatnya yang konstruktif, anti inflamasi, anti biotik, akan menolong penderita asma. Selain itu, tanaman obat cukup aman dikonsumsi karena selain tidak meninggalkan residu, tanaman obat cukup efektif menuntaskan berbagai penyakit.

 

Asma mandiri

Penanganan asma tidak semudah yang dibayangkan orang. Karena itu dituntut kemandirian penderita dalam menangani diri sendiri tanpa harus melibatkan tenaga medis terlalu banyak.

Menurut Dr. Sutji Mariono, ada 7 langkah praktis dalam konsep “asma mandiri” yang harus dipahami dan dijalankan oleh penderita sendiri dan keluarga yaitu:

1.      Memahami seluk beluk asma.

2.      Dapat menilai berat ringannya penyakit asma.

3.      Menghindari faktor pencetus.

4.      Menggunakan obat yang tepat.

5.      Segera mengatasi serangan akut.

6.      Memeriksa diri secara teratur.

7.      Meningkatkan kebugaran fisik dengan latihan atau olahraga.

 

Aspek psikologi

Perkembangan penyakit seseorang sangat erat kaitannya dengan aspek psikis orang tersebut. Rasa takut dan cemas yang berlebihan akan menurunkan daya tahan tubuh penderita secara psikis, sehingga penyakit akan berkembang lebih leluasa. Mestinya rasa takut san cemas yang berlebihan tidak perlu terjadi.

Menyadari hal ini, sekarang banyak dokter mengakui bahwa banyak faktor yang berperan pada etiologi penyakit. Banyak paham berkembang yang menekankan peran faktor psikologi dan sosial dalam penanganan penyakit, tidak terkecuali asma. Akibatnya, orientasi dalam praktek kedokteran menjadi lebih luas. Pasien tidak hanya dilihat dari bagian organ tubuh yang sakit saja, melainkan ia harus dipandang sebagai individu yang utuh dan harus diobati secara utuh pula.

Banyak pakar yang mengemukakan bahwa sepertiga penderita gangguan fungsional penderita asma, diinduksi oleh faktor emosional. Konflik-konflik interna, mekanisme neuretik dan reaksi-reaksi psikologik lainnya juga sangat menentukan perjalanan penyakit, lamanya, dan reaksi terhadap pengobatan asma. Bukankah kita tahu bahwa asma merupakan salah satu penyakit dalam kelompok gangguan psikosomatik yang mengenai sistem pernapasan.

 

 


anti-inflamasi penderita asma

Satu tanaman segudang nama. Mungkin julukan inilah yang paling pas disandang oleh tanaman yang bertitel antanan atau pegagan ini. Namun popularitasnya tidak sampai disitu saja, karena banyak sekali penyakit yang dapat dituntaskan tanaman ini. Sehingga sudah selayaknya antanan telah disejajarkan dengan kebesaran nama ginseng dan ginkgo biloba. 

 

Antanan merupakan tanaman asal benua Asia yang beriklim tropis. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 2.500 m dpl. Tanaman merambat ini tumbuh menyebar hampir disemua tempat di Indonesia, sehingga nama daerahnya pun sangat beragam.

Orang Sunda menyebutnya antanan gede, pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogyakarta), wisu-wisu (Bugis), gan-ganan (Madura), taidah (Bali), cipu balawo (Bugis), sarowati (Halmahera), dogauke (Papua), dan masih banyak lagi. Di beberapa daerah, antanan sering dijadikan lalapan, karena rasanya sedikit manis dan agak pahit.

Tanaman bernama botani Centella asiatica atau Hydrocotyle asiatica termasuk ke dalam famili tumbuhan Umbelliferae atau Apiaceae. Antanan dapat memperbanyak dirinya dengan geragih atau stolon yang menjalar dari induknya, sehingga tanaman ini hampir selalu hidup bergerombol. Batangnya sangat pendek berupa rhizoma. Daun antanan berbentuk ginjal atau kaki kuda, sehingga suatu daerah menyebut tanaman ini tapak kuda. Pinggir daun bergerigi, serta urat-urat daun sangat jelas terlihat, bunga berbentuk payung, berwarna kemerahan, buah kuning kecoklatan.

 

Banyak senyawa aktif

Banyak nama, banyak kahsiat, juga banyak senyawa aktif yang bermanfaat yang terkandung dalam anatanan ini. Berdasarkan beberapa literatur obat tradisional disebutkan bahwa antanan banyak bengandung senyawa-senyawa seperti asam asiatat, asiatikosida, beta-karotena, beta-karofilena, beta-elemena, beta-farnesena, beta-sitosterol, brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, oksi-asiatikosida, tankunisida, meso-inositol, asam askorbat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.

Penggunaan antanan sebagai obat tradisional telah dilakukan sejak lama, bahkan sejak jaman Sansekerta antanan sudah digunakan sebagai obat penyakit kulit, gangguan sistem saraf, maupun gangguan sistem peredaran darah. Penggunaan antanan sebagai obat tidak hanya di Indonesia saja, melainkan di beberapa negara Asia Timur tanaman ini sudah dimanfaatkan.

Antanan digunakan sebagai tonik dan minuman segar yang dijual bebas di Malaysia. Di Negeri Jiran ini pula telah dibuat infus antanan untuk menyembuhkan gangguan liver. Tanaman ini pula yang selalu digunakan dalam pengobatan penyakit bronkhitis, radang lambung, disentri, ganggaun ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di India antanan  dipakai sebagai obat anti disentri. Sedang di Indonesia, antanan dipakai sebagai peluruh kencing, obat batuk, pembersih darah, batuk lepra, disentri, radang usus, dan meningkatkan nafsu makan.

 

Penyembuhan asma

Seperti kita tahu bahwa pada penderita asma akan terlihat gejala-gejala klinis diantaranya produksi lendir yang berlebihan, penyempitan jalan napas karena inflamasi. Namun secara seluler inflamasi terjadi karena penggandaan jumlah sel (hiperplasi) dan ukuran selnya membesar (hipertrofi). Hiperplasi dan hipertrofi ini terjadi pada otot polos bronkus dan kelenjar mukosa disepanjang saluran napas. pada otot polos dan kelenjar mukosa ii juga terbentuk saraf-saraf dan pembuluh-pembuluh darah baru, sehingga otot polos dan kelenjar ini lebih sensitiv terhadap faktor pemicu asma seperti alergen, iritan, dan virus.

Antanan memiliki efek farmakologi anti inflamasi, anti biotik, dan keratolitik. Efek-efek farmakologi inilah yang menyebabkan tanaman ini digunakan dalam pengobatan asma. Bahkan efek anti inflamasi dan anti biotik antanan tergolong tinggi. Tak heran jika tanaman ini efektif mengatasi peradangan pada jalan napas dan jaringan tubuh lainnya. Tidak hanya itu, antanan juga memiliki kemampuan merevitalisasi sel-sel yang rusak, memperbaiki sistem saraf dan peredaran darah penderita asma. Bahkan tanamam ini juga memberikan efek penurun panas (anti piretik) pada penderita asma yang disertai gejala demam.

Kemampuan antanan menghilangkan radang paru-paru juga tak lepas dari senyawa antibiotik yang dikandungnya. Senyawa utama yang berperan sebagai antiinflamasi diantaranya asiatikosida, riboflavin, dan niacin.

 

Beberapa khasiat ramuan antanan

 

    1.     cuci darah

Ramuan: ambil 30 g antanan, daun katu 15 g, temulawak yang sudah diiris-iris 100g, ketumbar 40g. bahan-bahan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, rutin.

    2.     gangguan liver

Rebus 240-600 g antanan segar dengan 12 gelas air bersih. Biarkan mendidih hingga air rebusan tersisa 9 gelas. Minum 3 kali satu gelas sehari. Lakukan secara rutin.

    3.     bronkhitis

         Ambil segenggam daun pegagan segar, tambahkan sedikit air dan garam, saring, lalu diminum. Lakukan setiap pagi sebelum makan.

    4.     gangguan saluran kencing

        Sediakan 30 g antanan segar. Kemudian direbus dengan air cucian beras yang kedua kali sebanyak 3 gelas, sisakan hingga 1 gelas. Minum setiap malam sebelum tidur. 

    5.     typhus

Ramuan: siapkan segenggam pegagan segar, ½ genggam daun jinten, dan 5 batang tapak liman. Bahan-bahan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas, bagi tiga untuk tiga kali minum.

     6.     asma

         Ramuan: sediakan segenggam antanan , tujuh lembar daun randu, gula batu secukupnya. Bahan-bahan ditumbuk halus, tambahkan 1 cangkir air matang, saring, lalu diminum. 

          Minum tiap pagi.

          Ramuan: ambil segenggam antanan, segenggam patikan kebo, 2 buah rimpang kencur, gula batu secukupnya. Bahan-bahan ditumbuk halus, tambahkan 1 cangkir air matang,

          saring, lalu diminum. Lakukan setiap pagi.

 

 

 

 

 

LAYANAN KAMI


  1. Klinik Herbal
  2. Balai pengobatan Herbal
  3. Konsultasi Pengobatan
  4. Obat-obat Herbal
  5. Kebun Tanaman Obat
  6. Pelatihan Tanaman Obat
  7. Agrowisata Tanaman Obat
  8. ...
Layanan Lain

AGENDA

November 2017
MSSRKJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930